IMPLIKATUR PERCAKAPAN PDF

Bahasa memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia terutama fungsi komunikatif. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menggunakan bahasa dalam berbagai bentuk guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan berkomunikasi, manusia dapat memenuhi keinginannya sebagai mahluk sosial yang saling berhubungan untuk menyatakan pikiran dan pendapatnya serta bekerja sama. Bahasa sebagai alat komunikasi haruslah dipahami penutur dan mitra tuturnya sehingga penggunanya tidak menimbulkan salah pengertian. Pesan seorang penutur kepada mitratuturnya dapat berjalan baik jika keduanya saling memahami makna tuturan mereka.

Author:Bak Yorn
Country:Australia
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):6 October 2010
Pages:381
PDF File Size:6.61 Mb
ePub File Size:8.63 Mb
ISBN:711-7-59132-636-5
Downloads:68224
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dosida



Salah satu bagian pragmatik yang akan dibahas dalam makalah ini adalah Implikatur. Konsep implikatur pertama kali dikenalkan oleh H. P Grice untuk memecahkan persoalan makna bahasa yang tidak dapat diselesaikan oleh teori semantik biasa. Implikatur bahasa dipakai untuk memperhitungkan apa yang disarankan atau apa yang dimaksud oleh penutur sebagai hal yang berbeda dari apa yang dinyatakan secara harafiah Brown dan Yule, dalam Abdul Rani, Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan bahasan implikatur secara rinci di bawah ini.

Pengertian Implikatur Dijelaskan lebih lanjut bahwa Grice dalam Suseno, via Mulyana mengemukakan bahwa implikatur adalah ujaran yang menyiratkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya diucapkan. Sesuatu "yang berbeda" tersebut adalah maksud pembicara yang dikemukakan secara eksplisit. Dengan kata lain, implikatur adalah maksud, keinginan, atau ungkapan-ungkapan hati yang tersembunyi. Dalam artikelnya yang berjudul Logic and Conversation mengemukakan bahwa sebuah tuturan dapat mengimplikasikan proposisi yang bukan merupakan bagian dari tuturan bersangkutan.

Proposisi yang diimplikasikan itu disebut implikatur implicature. Karena implikatur bukan merupakan bagian tuturan yang mengimplikasikannya, hubungan kedua proposisi itu bukan merupakan konsekuensi mutlak necessary consequence. Secara etimologis, implikatur diturunkan dari kata implicatum dan secara nomina kata ini hampir sama dengan kata implication, yang artinya maksud, pengertian, keterlibatan Echols, via Mulyana.

Menurut PWJ Nababan dalam Abdul Rani menyatakan bahwa implikatur berkaitan erat dengan konvensi kebermaknaan yang terjadi di dalam proses komunikasi. Konsep itu kemudian dipahami untuk menerangkan perbedaan antara hal "yang diucapkan" dengan hal "yang diimplikasikan". Jenis-jenis Implikatur Grice dalam Abdul Rani menyatakan, bahwa ada dua macam implikatur, yaitu 1 conventional implicature implikatur konvensional , dan 2 conversation implicature implikatur percakapan.

Berikut ini merupakan penjelasan dua macam implikatur tersebut: Implikatur konvensional Implikatur konvensional yaitu implikatur yang ditentukan oleh "arti konvensional kata-kata yang dipakai". Maksudnya adalah pengertian yang bersifat umum, semua orang umumnya sudah mengetahui tentang maksud atau pengertian sesuatu hal tertentu. Contoh: 1. Lestari putri Solo, jadi ia luwes. Implikasi umum yang dapat diambil antara putri Solo dengan luwes pada contoh di atas bahwa selama ini, kota Solo selalu mendapat predikat sebagai kota kebudayaan yang penuh dengan kehalusan dan keluwesan putrid-putrinya.

Implikasi yang muncul adalah, bahwa perempuan atau wanita Solo umumnya dikenal luwes penampilannya. Implikatur konvensional bersifat nontemporer.

Artinya, makna atau pengertian tentang sesuatu bersifat lebih tahan lama. Suatu leksem, yang terdapat dalam suatu bentuk ujaran, dapat dikenali implikasinya karena maknanya "yang tahan lama" dan sudah diketahui secara umum.

Implikatur percakapan Implikatur jenis ini dihasilkan karena tuntutan dari suatu konteks pembicaraan tertentu. Implikatur percakapan ini memiliki makna dan pengertian yang lebih bervariasi. Pasalnya, pemahaman terhadap hal "yang dimaksudkan: sangat bergantung kepada konteks terjadinya percakapan.

Dalam suatu dialog percakapan , sering terjadi seorang penutur tidak mengutarakan maksudnya secara langsung. Lauknya apa? Dalam tuturan itu, tidak ada sama sekali bentuk kalimat perintah.

Namun, karena Ani dapat memahami implikatur yang disampaikan Ibunya, ia menjawab dan kesiapan untuk melaksanakan perintah ibunya tersebut. Grice menjelaskan bahwa implikatur percakapan itu mengutip prinsip kerjasama atau kesepakatan bersama, yakni kesepakatan bahwa hal yang dibicarakan oleh partisipan harus saling berkait. Grice mengemukakan pula bahwa prinsip kerjasama yang dimaksud sebagai berikut: Berikanlah sumbangan Anda pada percakapan sebagaimana yang diperlukan sesuai dengan tujuan atau arah pertukaran pembicaraan Anda terlihat di dalamnya.

Dengan prinsip umum tersebut, dalam perujaran, para penutur disarankan untuk menyampaikan ujarannya sesuai dengan konteks terjadinya peristiwa tutur, tujuan tutur, dan giliran tutur yang ada. Prinsip kerjasama ini, ditopang oleh seperangkat asumsi yang disebut prinsip-prinsip percakapan maxims of conversation yang meliputi: 1 prinsip kuantitas, memberi informasi sesuai dengan yang diminta 2 prinsip kualitas, menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya 3 prinsip hubungan, memberi sumbangan informasi yang relevan dan 4 prinsip cara, menghindari ketidakjelasan pengungkapan, menghindari ketaksaan, mengungkapkan secara singkat, mengungkapkan secara beraturan.

Namun, prinsip kerjasama ini disanggah oleh Leech via Abdul Rani yang mengatakan bahwa, dalam pragmatik, komunikasi bahasa merupakan gabungan antara tujuan ilokusi dan tujuan sosial. Dengan demikian, dalam komunikasi bahwa itu, di samping menyampaikan amanat dan bertindak tutur, kebutuhan dan tugas penutur adalah menjaga agar percakapan berlangsung lancar, tidak macet, tidak sia-sia, dan hubungan sosial antara penutur pendengar tidak terganggu.

Untuk itu, menurut Leech, prinsip kerjasama Grice harus berkomplemen tidak hanya sekedar ditambah dengan prinsip sopan santun agar prinsip kerjasama terselamatkan dari kesulitan menjelaskan antara makna dan daya.

Dalam situasi seperti itu, jawaban berupa penyangkalan A sebetulnya dapat diramalkan dan ketidakgayutan pelanggaran prinsip hubungan dapat dijelaskan sebagai berikut.

Kita andaikan I tidak tahu siapa yang melakukan perbuatan tersebut, tetapi ia mencurigai A. Karena I ingin bersifat sopan, I tidak mengucapkan tuduhan langsung. A menangkap maksud I dan pernyataan I ditafsirkan oleh A sebagai suatu tuduhan tidak langsung. Akibatnya, ketika A mendengar pernyataan itu, A memberi respons sebagai orang yang dituduh, yaitu A menyangkal suatu perbuatan yang belum dituduhkan secara terbuka.

Jadi, pelanggaran maksum hubungan dalam jawaban A disebabkan oleh implikatur di dalam ujaran I, sebuah implikatur tidak langsung yang dimotivasi oleh sopan santun.

Jadi, sasaran jawaban A adalah implikatur ini, bukan ujaran I yang sesungguhnya diucapkan. Menurut Levinson via Abdul Rani , ada empat macam faedah konsep implikatur, yaitu: Dapat memberikan penjelasan makna atau fakta-fakta kebahasaan yang tidak terjangkau oleh teori-teori linguistik.

Dapat memberikan penjelasan yang tegas tentang perbedaan lahiriah dari yang dimaksud si pemakai bahasa Dapat memberikan pemerian semantik yang sederhana tentang hubungan klausa yang dihubungkan dengan kata penghubung yang sama. Dapat memerikan berbagai fakta yang secara lahiriah kelihatan tidak berkaitan, malah berlawanan seperti metafora. Tetapi, bagi pendengar yang sudah terbiasa dengan situasi yang demikian akan paham apa arti kalimat kedua itu.

Si istri tidak menjawab ujaran suami bahwa Si Cuplis anaknya menangis karena diduga oleh si suami haus dan minta minum susu ibunya, tetapi hanya menyatakan bahwa dirinya sedang menggoreng. Dan, jelas kalimat tersebut hanya dapat dijelaskan oleh kaidah-kaidah pragmatik saja. Keberadaan implikatur dalam suatu percakapan wacana dialog diperlukan antara lain untuk: Memberi penjelasan fungsional atas fakta-fakta kebahasaan yang tidak terjangkau oleh teori-teori linguistik struktural.

Menjembatani proses komunikasi antarpenutur. Memberi penjelasan yang tegas dan eksplisit tentang bagaimana kemungkinan pemakai bahasa dapat menangkap pesan, walaupun hal yang diucapkan secara lahiriah berbeda dengan hal yang dimaksud.

Dapat menyederhanakan pemerian semantik dari perbedaan hubungan antarklausa, meskipun klausa-klausa itu dihubungkan dengan kata dan struktur yang sama. Dapat menerangkan berbagai macam fakta dan gejala kebahasaan yang secara lahiriah tidak berkaitan Levision dalam PWJ Nababan, Istilah implikatur berantonim dengan kata eksplikatur.

Senada dengan itu, Pratt menyatakan ; via Abdul Rani "what is said is implicated together from the meaning of the utterance in that context.

Menggunakan implikatur dalam berkomunikasi berarti menyatakan sesuatu secara tidak langsung.

93C46 SMD PDF

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DAN KLASIFIKASINYA

Jawaban B dalam 5 mungkin mengimplikasikan bahwa B tidak senang dengan Bambang. Akhirnya jawaban B dalam 6 mengimplikasikan bahwa Bambang mungkin adalah seorang yang tidak senang melihat sesuatu yang kotor. Penggunaan kata mungkin dalam menafsirkan implikatur yang ditimbulkan oleh sebuah tuturan tidak terhindarkan sifatnya sehubungan dengan banyaknya kemungkinan atau implikasi yang melandasi kontribusi B dalam 4 , 5 , dan 6. Berbeda halnya dengan implikatur, seperti tercermin dalam tuturan B dan A dalam 1 , 2 , 3 , 4 , 5 dan 6 , pertalian A dan B dalam 7 bersifat multak.

LINFOMA ANILLO DE WALDEYER PDF

Salah satu bagian pragmatik yang akan dibahas dalam makalah ini adalah Implikatur. Konsep implikatur pertama kali dikenalkan oleh H. P Grice untuk memecahkan persoalan makna bahasa yang tidak dapat diselesaikan oleh teori semantik biasa. Implikatur bahasa dipakai untuk memperhitungkan apa yang disarankan atau apa yang dimaksud oleh penutur sebagai hal yang berbeda dari apa yang dinyatakan secara harafiah Brown dan Yule, dalam Abdul Rani, Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan bahasan implikatur secara rinci di bawah ini.

API FRESHWATER MASTER TEST KIT INSTRUCTIONS PDF

Sabtu, 01 Juni Jenis-Jenis Implikatur Dalam artikel sebelumnya, penulis telah membahas tentang definisi dari implikatur, percakapan implikatur beserta contoh-contohnya. Kali ini, penulis akan coba menjabarkan tentang jenis-jenis dari implikatur menurut teori dari para ahli pragmatik dan semantik. Dalam teorinya, Grice membedakan dua macam implikatur, yaitu conventional implicature implikatur konvensional dan conversational implicature implikatur non konvensional atau implikatur percakapan. Adapun implikatur nonkonvensional adalah implikatur yang diperoleh dari fungsi pragmatis yang tersirat dalam suatu percakapan. Implikatur konvensional dikaitkan dengan pemakaian dan pemaknaan umum, sementara implikatur percakapan merujuk pada prinsil-prinsip dalam pertuturan secara tepat. Grice memaparkan contoh sebagai berikut: He is an English man, therefore he is brave Contoh kalimat di atas memiliki pasangan unsur yang menentukan adanya makna konvensi yang memiliki implikasi tuturan, yakni orang Inggris memiliki keberanian dan dia memiliki keberanian karena dia orang Inggris. Implikatur konvensional bersifat non-temporer, artinya makna itu lebih tahan lama.

LEY ANTIMONOPOLIO ECUADOR PDF

Selasa, 09 Juli Implikatur dalam Pragmatik Implikatur percakapan adalah implikasi pragmatik yang terdapat di dalam percakapan yang timbul sebagai akibat terjadinya pelanggaran prinsip percakapan. Implikatur percakapan terjadi karena adanya kenyataan bahwa sebuah ujaran nyang mempunyai implikasi berupa proposisi yang sebenarnya bukan bagian dari tuturan itu Gunarwan dalam Rustono Didalam implikatur, hubungan antara tuturan yang sesungguhnya dengan maksud tertentu yang tidak dituturkan bersifat tidak mutlak Rahardi Pembahasan tentang implikatur mencakupi pengembangan teori hubungan antara ekspresi, makna, makna penutur, dan implikasi suatu tuturan. Di dalam teorinya itu, ia membedakan tiga jenis implikatur, yaitu implikatur konvensional, implikatur nonkonvensional, dan praanggapan. Selanjutnya implikatur nonkonvensional dikenal dengan nama implikatur percakapan. Selain ketiga macam implikatur itu, ia pun membedakan dua macam implikatur percakapan, yaitu implikatur pecakapan khusus dan implikatur percakapan umum.

Related Articles